Kita
lebih kenal dengan kata cinta. Hmm, cinta. Apa si sebenernya cinta?
Ada yang bilang cinta itu seperti kentut. Kita gak bisa liat, tapi
kita bisa rasain. Ada yang bilang cinta itu mirip rujak. Semua rasa
jadi satu, asem, manis, pedes. Seger dimakan pas cuaca panas, tapi
bisa jadi racun kalo kita makan kebanyakan. Sama seperti cinta. Semua
rasa jadi satu. Cinta bisa jadi seneng, happy, berbunga-bunga tapi
juga bisa jadi luka kalo kita terlalu banyak mencintai. Tapi
aku bilang cinta itu mirip secangkir kopi. Paling enak diminum pas
panas tapi resikonya cepet habis. Atau diminum sedikit-sekidit tapi
resikonya keburu dingin dan gak enak.
Atau
seperti saat menunggu kereta. Kadang kereta kita datang terlambat,
terlewat atau bahkan salah naik kereta. Sama seperti cinta, kadang
kita melewatkan seseorang yang mungkin benar-benar mencintai kita.
Dua
puluh satu tahun aku hidup dua puluh satu tahun pula aku mengenal
cinta, merasakan cinta dan memberi cinta. Tapi cinta ini cinta untuk
keluarga ku, teman, bahkan sahabat ku. Hanya itu. Bukan dari seorang
pria untuk ku, seorang wanita. Memang, tentu saja aku pernah memilki
hubungan manis dengan pria-pria selayaknya orang lain, namun dalam
suatu jalinan itu aku belum pernah merasa benar-benar dicintai.
hhm,
terkadang aku berfikir, apa di dunia ini sudah tidak ada pria yang
benar-benar bisa mencintai dan menghargai wanita ? sering aku
bertanya pada diriku ‘apakah aku sudah benar-benar mencintai ?’
maka aku menjawabnya sudah. Aku pikir aku sudah mencintai orang yang
aku cintai dengan tulus, memberi semua sayang yang sudah semestinya
aku beri. Tapi dari apa yang aku dapat ? justru luka. Kita
memang tak hanya punya satu luka dalam hidup. Tapi terima kasih atas
luka ini, aku belajar tegar, kuat dan lebih mencintai diri ku. dan
kebukti, aku bertahan sampi hari ini, bisa melupakan dan belajar
mencintai dari awal. Maybe someday, Someone in somewhere, i just
haven’t met you yet or....? well, we just don’t know.
Sudahlah,
Lupakan soal luka itu. bukankah itu bagian dari hidup ? seperti
tuhan
yang selalu menciptakan hal yang berlawanan. Siang malam, panas
dingin, bulan matahari, pria wanita, maka cinta pun harusnya seperti
itu.Cinta dan benci. Benci dan maaf.
Cinta,
satu kata yang bisa jadi manis sekali saat kita mendengarnya. Tapi
bisa jadi sebaliknya. Asem.
Aku
masih ingin menemukan cinta. Belajar mencintai dari awal, walau entah
dari mana.[]
[사랑]