Teman
mungkin selamanya akan tetap menjadi teman. Itu saja.
Mungkin
itu pesan yang ingin kau sampaikan pada ku dalam diam mu itu. Atau
justru sebaliknya? Entahlah, aku tak pernah tahu. Kau tak pernah
menjawab. Memang benar aku tak pernah bertanya, namun apakah aku
harus mengatakan kata tanya itu untuk tahu semua yang ada di dalam
hati sana?
Teman
mungkin selamanya akan tetap menjadi teman. Begitu seterusnya.
Beberapa
purnama ini memang aku telah terbiasa pada hidup ku yang lalu. Saat
malam-malam ku tak diisi oleh kabar atau celotehan mu. Namun tetap
saja aku merasa rindu dan mungkin butuh. Aku pikir waktu dan
tugas-tugas itu berhasil membunuh mu dalam benak ku. Memang benar,
tapi itu hanya beberapa saat saja. Ingin rasanya berlari menembus
waktu. Jika aku bisa, maka aku akan memilih saat itu. saat dimana aku
memilki hari-hari aneh tapi lucu itu dan mengatakan aku ingin
selamanya seperti ini.
Dekat
dengan mu, aku merasa seperti hidup dalam dunia fantasi yang memilki
banyak hal tak terduga. Sama dengan mu yang selalu tak terduga.
Kadang mengajak ku berjalan pelan, kadang aku harus berlari atau
bahkan terbang.
Teman
mungkin selamanya akan tetap menjadi teman. Aah shit !!
Sebenarnya
Aku tak ingin berlama-lama lagi dengan rasa rindu tak bertuan ini.
Maka saat itu pula aku memaksa hati dan bibir ini mengatakan apa yang
terjadi pada ku selama beberapa purnama ini. Aku mencoba mengatakan
rindu. Aku mencoba mengatakan rasa. Rasa rindu, butuh dan mungkin
cinta. Kau boleh tak menjawab ku karena aku memang tak bertanya
apapun tentang mu, tapi itu tak berarti kau bisa menganggap ini
luconan. Menganggap ini lucu dan bertingkah seolah-olah tak mengerti
apapun, justru membuat ku terlihat sangat bodoh di depan mu. Apa kau
tahu ini adalah sebuah pengakuan ? Kau tahu ? Aku tak
pernah melakukan hal gila seperti ini pada siapapun, tapi kau justru
menganggap ini lucu ? Padahal aku hanya ingin kau tau itu.
Paling tidak kau tau dan mengerti, hanya itu. Tapi…
Sudahlah.
Teman.
Itu saja.
Baiklah
jika itu yang kau mau. Dibawah langit-langit malam, Kita
dipertemukantuhan oleh takdir-takdir yang sangat cantik, maka aku
ingin mengakhirinya dengan cantik pula. Suatu hari nanti jika kau
merasa rindu, maka katakan saja. Aku tak akan menganggap itu lucu.
Aku tak akan menganggap itu bodoh.
Kau
jauh berlari, sama kejamnya dengan waktu yang berlari dan terpaksa
membunuh semua rasa ini. Sekarang hanya tinggal diri ku yang harus
berbenah hati. Belajar berjalan, berlari bahkan terbang, namun bukan
lagi di dunia fantasi yang kau punya itu. Bukan, bukan untuk
menggeser mu dari tempat yang dulu, tentu saja kau akan ada di tempat
itu seperti biasanya, tempat yang mungkin selalu ingin kau tempati
dari dulu sampai kapanpun. Paling tidak itu yang ku tahu selama ini
dari diam mu. Tempat yang kau sebut teman.
Itu
saja []
Tidak ada komentar:
Posting Komentar