Tak
lama ini, aku menerima sebuah pesan yang kira-kira bunyinya seperti
ini :
‘tulis
tentang ku di blog mu…’
Sempat
aku merasa bingung apa yang harus aku tulis tentangnya —memang dulu
aku pernah menuliskan tentangnta (kereta-red)— Yaaa, mungkin karena
aku lama tak melihatnya. begitu aku mencoba menarikan jari-jari ku di
atas keyboard laptop ku, maka aku tulis…..
Ini
masih tentang satu nama yang dulu sering kusebut. Masih tentang
kereta yang singgah di stasiun sepi nan hampa.
Aku
lama mengenal satu nama ini, empat huruf saja. Seseorang yang pernah
kulimpahi rasa sayang sekaligus menjadi orang yang sangat ingin ku
benci (saat itu).
Dia
bukan orang yang suka banyak omong, mungkin justru lebih banyak aku.
Dia
simple. Diaa…
Haah
!!! aku tak tau, aku mengenalnya lama, tapi begitu aku akan memulai
menulis tentangnya (lagi), saat itulah aku sadar aku tak mengenal
apa-apa tentangnya. Aku merasa selama ini aku hanya mengenalnya
seperti orang lain kenal dia. Tapi tak benar-benar kenal. Entahlah,
dia banyak diam. Seolah-olah dia tak sudi membagi suka-duka nya
padaku. Atau itu hanya perasaan ku saja? Aku tak pernah benar-benar
tahu apa yang ada dipikirannya tentang ku. sampai pada suatu saat dia
mengajarkan jatuh dan luka pada ku, aku makin sadar akan hal itu.
jika
kau ingin aku menuliskan sesuatu tentang mu, maka ceritakan tentang
mu. Bagi suka duka mu, karena saat aku menuliskan tulisan ini, aku
benar-benar sadar aku tak tahu apa-apa tentang mu. Hhaa, aku bahkan
masih terheran-heran dengan jawaban apa yang harus ku beri untuk
pertanyaan mu tentang mengapa aku begitu jatuh padamu. Entalah.
Mungkin hanya jawaban singkat itu. Aku juga tak tahu pasti mengapa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar