Dia tak seperti kereta pertama ku, yang bisa membuat dada ku bergetar saat pertama aku mengenalnya. Dia tak begitu. Dia tak mampu seperti itu. Rasa ini muncul perlahan, semakin hari semakin besar. Tapi ketika aku sadar bahwa kau tak ingin mencampur adukan persahabatan kita dengan unsur yang ku sebut ‘cinta’ ini, aku sadar pula aku telah mencintai seseorang dengan tulus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar