Dalam hidup, kita tak hanya punya satu luka.
Sudahlah, bukankah hidup itu berproses. Mau tak mau kita
harus berkawan dengan luka, seperti kita mau bercinta dengan suka. Rasanya
enggan, tapi Harus. Dan bukankah proses hidup selalu seperti ini? Cinta
menggoreskan luka, luka melahirkan benci, dan kemudian benci dibasuh kembali dengan
maaf.
Maaf dan benci
Benci dan luka
Luka dan cinta
Selalu menjadi bingkai tangis dan tawa.
Begitulah hidup.
Sebuah proses tiada akhir hingga pada suatu ketika kita
mati dan dimatikan-Nya.
-Faradika-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar