Hanya ada dua Cerita yang
ku tuliskan kisahnya. Gunung dan Laut.
Aku suka saja menyebut
mereka begitu. Gunung dan Laut. (seperti
lagu dari Payung Teduh)
Laut.
Mengajari jatuh.
Gunung.
Mengajari bangkit.
Laut.
Mengajari air mata.
Gunung.
Mengajari senyum.
Namun mengapa aku begitu
jatuh pada Laut? semuanya terasa sulit ketika kita harus dihadapkan pada
satu kata “penjelasan”. Laut punya sejarah yang lebih panjang dari pada Gunung. ombaknya selalu merayu, mengajak ku menyelam lebih dalam.
Namun bukan berarti Gunung tak memiliki kisahnya. Dia beda. dari awal sudah begitu. Aku selalu merasa ‘kecil’
dihadapanya, selalu merasa aku bukan siapa-siapa.
Ironisnya, memang benar,
aku bukan siapa-siapa Gunung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar