Jumat, 13 April 2012

UNTUK MU, seluruh nafas ini

Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Aku tak akan lupa tak akan pernah bisa
Tentang apa yang harus memisahkan kita

Di saat ku tertatih tanpa kau disini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini

Kita telah lewati rasa yang pernah mati
Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
Tanpa kita mencari jalan untuk kembali
Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku

Di saat ku tertatih tanpa kau disini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini

Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini

Dan ini yang terakhir
Ini yang terakhir 
Tak kan ku sia-siakan hidupmu lagi
Ini yang terakhir, dan ini yang terakhir
Tak kan ku sia-siakan hidupmu lagi

Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini

Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini
Untukmu seluruh nafas ini
Untukmu seluruh nafas ini

t o i !!

Dia tak seperti kereta pertama ku, yang bisa membuat dada ku bergetar saat pertama aku mengenalnya. Dia tak begitu. Dia tak mampu seperti itu. Rasa ini muncul perlahan, semakin hari semakin besar. Tapi ketika aku sadar bahwa kau tak ingin mencampur adukan persahabatan kita dengan unsur yang ku sebut ‘cinta’ ini, aku sadar pula aku telah mencintai seseorang dengan tulus.

Maret 8, 2012.



Tuhan, benarkah jalan yang telah ku pilih ini ? aku tak mengerti. Yang jelas ini sebuah bukti yang sangat kuyakini. Disaat kereta pertama ku datang menjemput ku, aku bukannya bergegas menghampirinya dan pergi dari tempat sialan ini, namun mengapa aku ingin tetap tinggal di stasiun hampa ini?
Harusnya Kau lah yang paling bisa menegrti apa yang di pendam hamba-Mu ini. Bukan kereta pertama ku itu yang sebenarnya sedang aku tunggu, namun kereta yang lain. Kereta yang pernah membawa ku ke dunia yang jauh dari pikiranku. Dunia yang tak pernah di tunjukan kereta pertama. Saat ini aku benar-benar merindukannya. Waktu memang serasa berlari. Berlari meninggalkan cerita lama. Tak terasa sudah lebih setengah tahun ini.  .Ia meninggalkan ku di stasiun sialan ini tanpa satu alasan pun, Si kereta antik.
Harusnya aku tak memikirkannya lagi, seperti janji ku. Namun, lagi-lagi aku melanggarnya.
Mungkin ada kata-kata yang perlu ditegaskan disini, yaitu Aku Benar-Benar Rindu. .
Oh shit !!! perasaan apa lagi ini !! mengapa datang lagi dan menyiksa lagi. Saat ini aku ingin berlari, dan mengatakan padanya.
Tuhan, beri satu kesempatan satu kali pada ku, sebagai jawaban atas segala pertanyaan-pertanyaan mengganggu ini, dan tunjukanlah pada ku. Yang jelas, ini buktri aku sudah tak mengaharap kereta pertama. Dan maaf untuk kereta pertama ku.

‘ bila nanti aku kehilangan
Mungkin itu hanya sesaat
                                                                   Karena ku yakin kita kan bertemu lagi……’
^gembel^

Kamis, 05 Januari 2012

blackforestrasacoro

Kalo ga salah dulu gue pernah nulis gini:

“Banyak tempat yang pernah didatengi. Jalan dan tempat-tempat itu.
Mungkin besok, lusa, atau kelak..tempat-tempat inilah yang bakal jadi mesin waktu buat gue.
Mungkin sekarang gue senyum, ketawa, seneng,
Tapi ga tau ‘suatu saat’ nanti apa masih sama. Atau justru sebaliknya. Gue gak pernah tau. Sama sekali gak pernah tau. “

Mesin waktu. Sekarang gue tau, yang terjadi cuma sebaliknya. Setiap gue datengin ataupun cuma lewat tempat-tempat yang gue bilang bisa jadi mesin waktu buat gue, yang ada cuma rasa nyesek. Sekarang mungkin gue udah tiba di “suatu saat” yang dulu gue maksud. Dan apa yang gue liat sekarang, ga sewarna-warni dulu. Cuma abu-abu.  Makasih buat semua , mungkin emang lo ga mau hubungan ‘teman’ kita di campuri bumbu-bumbu ga jelas yang sering gue sebut cinta. Mungkin cuma sayang, itupun cuma sebagai teman. Tapi ga apalah, bukankah rasa sayang sayang jauh lebuh awet daripada rasa cinta…? iya kan?
Tapi satu hal yang harus lo tau,  semua hal yang pernah gue lewati bareng lo, itu adalah hal yang gak akan pernah gue lupain.


-blackforestrasacoro-
27desember2011

Rabu, 09 November 2011

Selamat pagi dunia, perkenankan…



Hai, gue Hani. Nama lengkap gue Hani Faradika, tapi orang-orang lebih milih manggil gue dengan panggilan-panggilan aneh kaya Yaya (yang dari mana asalnya, gue juga ga tau), Mbel alias Gembel (emeng gue keliatan kaya gembel?), Nyet (gue inget banget muka temen gue kalo lagi manggil gue “nyet !!”) hahaha…..ga papa gue dipanggil kaya gitu, itu artinya mereka care dan sayang sama gue (wiiidiiiiiw GR). Hehehe…
Gue mahasiswi semester lima di salah satu universitas negeri terkenal di Jogja (terbukti dari ribuan calon mahasiswa mendaftar di sana tiap tahunnya, dan ribuan juga yang harus kecewa karena ditolak. Haha..). gue ngambil studi bahasa Prancis yang sebenernya bukan prioritas gue dulu waktu milih program studi. Gue lebih tertarik masuk seni rupa atau sastra inggris, tapi apa boleh buat, nasib gue harus nyebur ke bahasa Prancis, yang itu artinya gue salah jurusan selama ini. hiiiikz L. Tapi itu udah jadi resiko gue dan gue mau ga mau emang harus ngadepinnya. Cemunguudh ! (kok jadi alay?).
Gue berdarah jawa murni. Gue lahir di kota Banjarnegara, kota kecil (kecil banget) yang terkenal sama minumannya yang khas, dawet ayu. Tujuh belas tahun gue hidup di sana, sebelum akhirnya gue putusin buat merantau demi menimba ilmu pengetahuan (haha..lebay) di Jogja. Sekarang gue masih tinggal di rumah kecil, sama orang tua gue (pastinya) dan sama salah satu kakak cewek gue yang sama begonya kaya gue karena sama-sama pernah jatuh (????), namanya Vian (pisss mba J ). Karena dibanding kakak perempuan gue yang pertama, Ika, kita tu jauh banget. Hahaaa….. Masa kecil gue meneyenangkan. Gue dulu paling suka main bikin rumah-rumahan alias “gawe gubug” sama temen-temen gue. Waktu kecil dulu gue pernah ngalamin kejadian tak menyenangkan, yaitu jatuh di kamar mandi dan gak ketahuan sama orang-orang rumah. Gue yakin banget ini yang menyebabkan otak gue rada miring dikit, hahaha…(itu diagnosis gue aja sii).
Gue manusia biasa, kaya kebanyakan cewek di luar sana. Hidup Gue bahagia. Gue happy. Gue enjoy banget sama hidup gue sekarang. Punya keluarga (Alhamdulillah yaaa masih punya), temen-temen yang selalu ngedukung gue terus, dan orang special, mantan orang orang special atau calon orang special yang selalu dan selau bisa bikin gue ketawa ngakak bareng, hmmm… J. Gue seneng karena seenggaknya gue bukan mahasiswa biasa. Gue suka bersosialisai, Gue jadi punya banyak temen, dan yang penting gue bukan mahasiswa yang isinya cuma ngampus, kost, cafĂ©, mall, atau tempat karaoke doank. (Yaaa…kadang-kadang gitu juga sii, buat refresh J hehe…)
Gue aneh (masa sii ?). haha… gue punya alergi yang sedikit kurang wajar (bukan kurang ajar). Gue alergi sama yang namanya olah raga. Setiap gue lari dengan kecepatan yang gak konstan, pasti badan gue langsung gatel-gatel. Dan berhubung semua olah raga ada unsur larinya, gue jadi ga doyan olah raga. Tapi gue pernah pacaran sama anak olah raga (yang gue gak ngerti apa maksud Tuhan dari semua ini, emang ada hubunganya ya Tuhan? Hehe..). tapi gue suka banget renang. Karena itu Cuma satu-satunya olah raga yang gak bikin gue gatel-gatel. Hehe.. gue suka nyanyi (suka banget) tapi gak di panggung, kelas gue paling Cuma kamar mandi sama karokean doank, haha…
Layaknya manusia biasa yang punya banyak kekurangan. Banyak hal yang gak bisa gue lakuin. Gue gak bisa masak, gak bisa nabung, gak bisa ini gak bisa itu…daaan, gak bisa ketawa sendiri (iya laaaahh, ntar disangkain orang gila lagi :p).
Gue tertarik banget sama yang namanya seni, entah cuma liat ataupun denger doank. Gue seneng gambar, corat-coret, dan sebenernya gue suka nulis, tapi kadang males.. (hheeee).
Apapun kekurangan dan kelebihan gue, udah sepatutnya gue ngehargain diri gue sendiri, karena kalo bukan gue sapa lagi? Karena gue hani.

*penutupnya agak gak nyambung sii…. :p

kereta-kereta itu..

Kereta-Kereta Ku

#penantian
“apa selama ini kau tahu?”
“apa selama 5 tahun belakangan ini kau pernah menyadarinya?”

Lima tahun, bukankah waktu yang lama untuk sebuah penantian? Bukankah ini layaknya seperti sebuah perjalanan hidup? Disaat kawan-kawan ku sudah mulai menemukan kereta mereka, aku justru masih duduk sendiri menanti sepi di stasiun ini. Aku sadar, banyak dari mereka menaiki kereta yang salah, namun mengapa mereka mesti memaksa? Sedang aku? Mengapa justru memilih menanti kereta yang tepat itu? Meski tak tahu seberapa pasti arti ‘tepat’ itu sendiri.

Kereta-kereta
Banyak kereta yang berhenti di stasiun itu. Mengapa tak ada satupun kereta yang ingin ku naiki? bukankah aku bisa seperti kawan-kawan ku yang gampang saja naik sembarang kereta meski tahu itu salah? Tapi mengapa kakiku tak juga bergerak ke gerbong? Mengapa aku tak bergeming sampai aku yakin kereta ku muncul. Mengapa? Aku tahu jawabannya.

Aku tak inginn seperti mereka. Aku tak ingin membuang waktu dengan menaiki sembarang kereta yang aku tahu itu bukan kereta untuk ku. Aku tak ingin melakukan perjalan yang singkat dengan kereta ku. Aku ingin sebuah perjalanan yang menakjubkan. Aku ingin menyusuri perjalanan hanya denngan kereta yang benar-benar  ingin aku naiki, aku tak ingin buang waktu dan harus kembali ke stasiun untuk menunggu kereta yang sama dengan tujuan terakhir ku.

“mengapa kau masih disini?”
“aku masih menunggu kereta ku !”
“bukankah banyak kereta yang berhenti untuk mu?”
“bukan, itu bukan untuk ku. Itu hanya kereta-kereta yang takut berjalan tanpa penumpang”
“lalu?”
“aku masih ingin menunggu kereta ku!”
“tapi kau sudah lama disini ? kau buang-buang waktu saja !”
“memang benar ! aku sedang membuang waktu. aku ingin waktu ku terbuang menunggu kereta yang benar-benar tepat untuk  ku !bukan terbuang untuk menaiki kereta yang sudah ku tahu itu kereta yang salah”
“hah ! lihat !!. kau sangat keras kepala”
“memang, aku penumpang yang keras kepala”


#kereta pertama(stasiun pertama)

Dan sekarang,,,
Berhenti sebuah kereta di depan ku.
“ahh…itu ! kereta ku tiba !”
Aku langkahkan kaki, mendekati kereta itu.
“hei,, bagaimana kau tahu itu kereta mu?
“entah, aku yakin saja”
Semakin dekat dengan pintu gerbong kereta itu dan kuberanikan kakiku memasuki gerbong-gerbong kereta ku itu.
“ya..ini memang kereta ku. Aku siap melakukan perjalanan yang menakjubkan kereta ku !”

Meski aku yakin aku sudah menaiki kereta yang tepat, tak menutup kemungkinan jika kereta ini akan membawaku pada pemberhentian yang salah.
“hmm, entahlah ! namun aku yakin”
Hanya kalimat itu yang menggaung di pikiran dan hati. Perjalanan ku baru saja aku mulai. Aku takkan tahu apa yang akan aku lewati dengan kereta ini. Mungkin pemandangan indah seperti pegunungan, hamparan rumput bunga, tepi pantai atau justru terowongan sempit dan gelap. Aku tak akan pernah tahu itu. Atau bahkan, aku malah lebih memilih turun di stsiun berikitnya dan menyesali karena telah menaiki kereta yang salah. Karena aku tak ubahnya seperti kawan-kawan ku.

Aku tak pernah tahu. Tak pernah !.


#perjalanan

Aku, mulai berjalan.
Awalnya biasa. Namun, aku merasa perjalanan ini semakin tak biasa. Terima kasih kereta ku. Kau antarkan ku pada tempat-tempat yang tak pernah aku lihat sebelumnya. Terima kasih.
Aku terus dan terus berharap aku bisa selamanya melakukan perjalanan ini denga kereta ku ini.

Sampai suatu saat pertanyaan ku muncul.

Tuhan, adilkah ini semua?
Aku teramat menyayanginya. Namun, mengapa kau buat dia lakukan hal itu semua padaku?
Tuhan, aku bukan sedang merutuk atau apa. Itu hanya pertanyaan sederhana ku saja.
Aku gila, karena rasa ini.

Aku dan kereta ku harus kembali melewati hutan yang gelap. Saat ini mungkin kami jauh dari cahaya. Namun, setelah hutan gelap dan terowongan panjang ini, aku yakin aku dan kereta ku akan melihat cahaya dan rel. entah harus berhenti di stasiun berikutnya atau melanjutkan perjalanan.


#kereta pertama (stasiun kedua)

“Langit, apa sebetulnya kesalahan ku dulu sebelum aku jadi diriku yang sekarang ini?
Apakah aku seorang wanita jahat dan kejam yang selalu mempermainkan pria-pria? Jika tidak, lantas permainan takdir macam apa ini? Langit, aku teramat jatuh padanya, hingga rasanya sangat sulit untuk bangun dan teramat sakit kala aku menyadarinya.ia tak ada”

Kereta itu membuatku mengambil keputusan untuk turun.
Sejak aku memutuskan untukmelakukan perjalanan besar dengan kereta ku ini, aku hanya melewati perjalanan yang gelap. Hutan, terowongan. Memang tidak selamanya perjalanan kami begitu. Aku pernah berujar bukan, bahwa aku dan kereta ku melakukan perjalanan yang luar biasa. Sayangnya mungkin itu hanya dalam waktu yang singkat.
Lalu apa yang membuat ku turun di stasiun ini?
Benar, mungkin kau benar. Sekarang aku tak ubahnya seperti kawan-kawan ku yang duduk sendiri di stasiun sunyi ini. Alasan kami turun sama saja. Kami telah menaiki kereta yang salah selama ini.
See…?
Begitu banyak hal yang membuatku memutuskan hal ini. Banyak. Benar-benar banyak.


#11 agustus 11

“Masih pantaskah dia, kereta pertama ku rindu?
Rasanya seperti de javu.
Ya Tuhan, perasaan macam apa ini?
 Aku mulai berkhayal kalau semua ini hany mimpi buruk. Mulai berandai kalau sebenarnya semua ini baik-baik saja.
Namun, kenyataannya tak demikian.
Aku rindu (munafik jika aku mengelak).
Namun, apa masih pantas dia aku rindukan?
Orang yang sangat aku limpahi rasa saying dari dulu hingga detik ini, justru sosok yang benar-benar ingin aku lupakan sekarang ini.

Kadang aku benci pada diriku sendiri.
Mengapa aku benar-benar jatuh pada nya?
Mengapa seolah semua rasa yang ku punya sudah ku beri kan pada nya, sehingga tak sedikit pun bersisa?
Mengapa Tuhan?
Hmm…begitu banyak pertanyaan ‘mengapa’ di benakku ini”

“mengapa aku di pertemukan dengan nya dalam keadaan dia yang seperti ini?”




#selamat tinggal kereta pertama

Selamat tinggal kereta pertama ku. Aku memilih kau meninggalkan ku di stasiun hening ini daripada harus melanjutkan perjalananku bersama mu, kereta pertama ku.
Kau tau mengapa?
Yaah, mungkin justru kau yang lebih paham jawabannya.

Tak apa,
Untuk apa disesali. Toh kita pernah sama-sama bahagia dengan perjalanan yang kita lakukan.

Turun daru kereta pertama ku, sekarang aku hanya duduk hening di bangku panjang stsiun sunyi ini. Tapi apa yang ku nanti?
Kereta kedua?
Yaa…kereta kedua, dan aku ingin ini akan jadi kereta terkhir ku.
Aku hanya ingin ada dua hal, layaknya Tuhan yang selalu menciptakan segalanya berpasang-pasang atau berlawanan.
Aku pun sama. Aku hanya ingin ada pertama dan terakhir.
Jika dari kereta pertama ku aku belajar bagaimana merasakan apa itu jatuh dan sakit, maka aku ingin di kereta kedua ku, aku belajar bagaimana aku harus bangkit dan sembuh.

Selamat tinggal kereta pertama ku, selamt dating kereta kedua. Kereta terakhir ku.


#kereta kedua
????

Selasa, 02 Agustus 2011

the feeling just not right

bener not right?
yaaah, seenggaknya, itu yang aku rasain ke seseorang yang udah aku omongin berkali-kali bahkan beribu-ribu kali. (Dodo-red).
lima tahun bukan waktu yang singkat untuk nunggu,
bukan juga waktu yang lama untuk memahami,.
mungkin aku butuh seumur hidup ku buat paham tentang dirinya.

tapi ada saat-saat dimana aku bener-bener gak ngerti apa yang ada dipikirannya,
yaah, seperti malam ini.
aku ngerasa jauh, jauuuh banget.
hha, mungkin kalo dia baca tulisan ini, dia bakal komentar "lebai ahh kamu yank...!!" atau "ahh, kek anak kecil kamu ahh yank, manja !!"

oke, yaa...emang mungkin aku sedikit agak lebai soal ini, tapi sumpah ini aku tulis semata-mata karena aku peduli.


"Do, aku pengen kedepannya kamu bisa lebih terbuka dan mau berbagi pikiran dengan ku.
bukankah yang aku pengen ini sangatlah simpel,
bantu aku memahami diri kamu.. :)"

sayang, aku tahu senengnya kumpul sama keluarga besar. apalagi di bulan puasa kaya gini, aku paham betul. tapi jangan lupa kasih kabar, walaupun aku tau kamu bukan anak kecil lagi yang harus di tanya ini itu, tapi ini semata-mata karena aku peduli sama orang yang aku sayang. :)
hehehe....
karena sedikit kabar dari kamu, bisa ngusir negative thinking aku. itu pasti.

semoga setelah nulis ini, semua yang NOT RIGHT jadi RIGHT lagi. :D
happy holiday dear... :*



^sayang jelek^