Selasa, 17 Juli 2012

masih tentang kereta

Tak lama ini, aku menerima sebuah pesan yang kira-kira bunyinya seperti ini :
tulis tentang ku di blog mu…’
Sempat aku merasa bingung apa yang harus aku tulis tentangnya —memang dulu aku pernah menuliskan tentangnta (kereta-red)— Yaaa, mungkin karena aku lama tak melihatnya. begitu aku mencoba menarikan jari-jari ku di atas keyboard laptop ku, maka aku tulis…..
Ini masih tentang satu nama yang dulu sering kusebut. Masih tentang kereta yang singgah di stasiun sepi nan hampa.
Aku lama mengenal satu nama ini, empat huruf saja. Seseorang yang pernah kulimpahi rasa sayang sekaligus menjadi orang yang sangat ingin ku benci (saat itu).
Dia bukan orang yang suka banyak omong, mungkin justru lebih banyak aku.
Dia simple. Diaa…
Haah !!! aku tak tau, aku mengenalnya lama, tapi begitu aku akan memulai menulis tentangnya (lagi), saat itulah aku sadar aku tak mengenal apa-apa tentangnya. Aku merasa selama ini aku hanya mengenalnya seperti orang lain kenal dia. Tapi tak benar-benar kenal. Entahlah, dia banyak diam. Seolah-olah dia tak sudi membagi suka-duka nya padaku. Atau itu hanya perasaan ku saja? Aku tak pernah benar-benar tahu apa yang ada dipikirannya tentang ku. sampai pada suatu saat dia mengajarkan jatuh dan luka pada ku, aku makin sadar akan hal itu.
jika kau ingin aku menuliskan sesuatu tentang mu, maka ceritakan tentang mu. Bagi suka duka mu, karena saat aku menuliskan tulisan ini, aku benar-benar sadar aku tak tahu apa-apa tentang mu. Hhaa, aku bahkan masih terheran-heran dengan jawaban apa yang harus ku beri untuk pertanyaan mu tentang mengapa aku begitu jatuh padamu. Entalah. Mungkin hanya jawaban singkat itu. Aku juga tak tahu pasti mengapa.







Minggu, 24 Juni 2012

A I. 사 랑.


Kita lebih kenal dengan kata cinta. Hmm, cinta. Apa si sebenernya cinta? Ada yang bilang cinta itu seperti kentut. Kita gak bisa liat, tapi kita bisa rasain. Ada yang bilang cinta itu mirip rujak. Semua rasa jadi satu, asem, manis, pedes. Seger dimakan pas cuaca panas, tapi bisa jadi racun kalo kita makan kebanyakan. Sama seperti cinta. Semua rasa jadi satu. Cinta bisa jadi seneng, happy, berbunga-bunga tapi juga bisa jadi luka kalo kita terlalu banyak mencintai. Tapi aku bilang cinta itu mirip secangkir kopi. Paling enak diminum pas panas tapi resikonya cepet habis. Atau diminum sedikit-sekidit tapi resikonya keburu dingin dan gak enak. Atau seperti saat menunggu kereta. Kadang kereta kita datang terlambat, terlewat atau bahkan salah naik kereta. Sama seperti cinta, kadang kita melewatkan seseorang yang mungkin benar-benar mencintai kita.
Dua puluh satu tahun aku hidup dua puluh satu tahun pula aku mengenal cinta, merasakan cinta dan memberi cinta. Tapi cinta ini cinta untuk keluarga ku, teman, bahkan sahabat ku. Hanya itu. Bukan dari seorang pria untuk ku, seorang wanita. Memang, tentu saja aku pernah memilki hubungan manis dengan pria-pria selayaknya orang lain, namun dalam suatu jalinan itu aku belum pernah merasa benar-benar dicintai.
hhm, terkadang aku berfikir, apa di dunia ini sudah tidak ada pria yang benar-benar bisa mencintai dan menghargai wanita ? sering aku bertanya pada diriku ‘apakah aku sudah benar-benar mencintai ?’ maka aku menjawabnya sudah. Aku pikir aku sudah mencintai orang yang aku cintai dengan tulus, memberi semua sayang yang sudah semestinya aku beri. Tapi dari apa yang aku dapat ? justru luka. Kita memang tak hanya punya satu luka dalam hidup. Tapi terima kasih atas luka ini, aku belajar tegar, kuat dan lebih mencintai diri ku. dan kebukti, aku bertahan sampi hari ini, bisa melupakan dan belajar mencintai dari awal. Maybe someday, Someone in somewhere, i just haven’t met you yet or....? well, we just don’t know.

Sudahlah, Lupakan soal luka itu. bukankah itu bagian dari hidup ? seperti tuhan yang selalu menciptakan hal yang berlawanan. Siang malam, panas dingin, bulan matahari, pria wanita, maka cinta pun harusnya seperti itu.Cinta dan benci. Benci dan maaf.
Cinta, satu kata yang bisa jadi manis sekali saat kita mendengarnya. Tapi bisa jadi sebaliknya. Asem.
Aku masih ingin menemukan cinta. Belajar mencintai dari awal, walau entah dari mana.[] [사랑]

It’s A Confession of Love.

Teman mungkin selamanya akan tetap menjadi teman. Itu saja.
Mungkin itu pesan yang ingin kau sampaikan pada ku dalam diam mu itu. Atau justru sebaliknya? Entahlah, aku tak pernah tahu. Kau tak pernah menjawab. Memang benar aku tak pernah bertanya, namun apakah aku harus mengatakan kata tanya itu untuk tahu semua yang ada di dalam hati sana?
Teman mungkin selamanya akan tetap menjadi teman. Begitu seterusnya.
Beberapa purnama ini memang aku telah terbiasa pada hidup ku yang lalu. Saat malam-malam ku tak diisi oleh kabar atau celotehan mu. Namun tetap saja aku merasa rindu dan mungkin butuh. Aku pikir waktu dan tugas-tugas itu berhasil membunuh mu dalam benak ku. Memang benar, tapi itu hanya beberapa saat saja. Ingin rasanya berlari menembus waktu. Jika aku bisa, maka aku akan memilih saat itu. saat dimana aku memilki hari-hari aneh tapi lucu itu dan mengatakan aku ingin selamanya seperti ini.
Dekat dengan mu, aku merasa seperti hidup dalam dunia fantasi yang memilki banyak hal tak terduga. Sama dengan mu yang selalu tak terduga. Kadang mengajak ku berjalan pelan, kadang aku harus berlari atau bahkan terbang. 
 
Teman mungkin selamanya akan tetap menjadi teman. Aah shit !!
Sebenarnya Aku tak ingin berlama-lama lagi dengan rasa rindu tak bertuan ini. Maka saat itu pula aku memaksa hati dan bibir ini mengatakan apa yang terjadi pada ku selama beberapa purnama ini. Aku mencoba mengatakan rindu. Aku mencoba mengatakan rasa. Rasa rindu, butuh dan mungkin cinta. Kau boleh tak menjawab ku karena aku memang tak bertanya apapun tentang mu, tapi itu tak berarti kau bisa menganggap ini luconan. Menganggap ini lucu dan bertingkah seolah-olah tak mengerti apapun, justru membuat ku terlihat sangat bodoh di depan mu. Apa kau tahu ini adalah sebuah pengakuan ? Kau tahu ? Aku tak pernah melakukan hal gila seperti ini pada siapapun, tapi kau justru menganggap ini lucu ? Padahal aku hanya ingin kau tau itu. Paling tidak kau tau dan mengerti, hanya itu. Tapi…
Sudahlah. 
 
Teman. Itu saja.
Baiklah jika itu yang kau mau. Dibawah langit-langit malam, Kita dipertemukantuhan oleh takdir-takdir yang sangat cantik, maka aku ingin mengakhirinya dengan cantik pula. Suatu hari nanti jika kau merasa rindu, maka katakan saja. Aku tak akan menganggap itu lucu. Aku tak akan menganggap itu bodoh.
Kau jauh berlari, sama kejamnya dengan waktu yang berlari dan terpaksa membunuh semua rasa ini. Sekarang hanya tinggal diri ku yang harus berbenah hati. Belajar berjalan, berlari bahkan terbang, namun bukan lagi di dunia fantasi yang kau punya itu. Bukan, bukan untuk menggeser mu dari tempat yang dulu, tentu saja kau akan ada di tempat itu seperti biasanya, tempat yang mungkin selalu ingin kau tempati dari dulu sampai kapanpun. Paling tidak itu yang ku tahu selama ini dari diam mu. Tempat yang kau sebut teman.

 
Itu saja []



Minggu, 17 Juni 2012

m i m p i


I’ts about PASSION
Kalo kita ngomongin passion atau sesuatu yang ‘gue’ atau ‘saya’ banget, dari dulu saya ngerasa passion saya ada di bidang seni. Ngalir dari darah seni ayah saya yang seorang seniman (buat saya minimal) saya tumbuh jadi anak yang sebenarnya yaaa...bisa dibilang punya bibit seni mungkin yaa…hehe. Saya ingat betul kebiasaan ayah saya yang selalu membelikan barang-barang yang mengenalkan pada passion saya mulai dari buku gambar, buku mewarnai, pensil warna, crayon, cat air dan masih banyak lagi. Bahkan sampai suatu saat saya merasa sangat tertarik dengan dunia fashion design, ayah saya pula yang pertama kali mengenalkan saya pada sebuah alat mesin jahit antic yang kami punya dirumah, dan orang pertama yang mendukung saat saya menyatakan ingin serius belajar dunia fashion design (waaaau..). well, tapi sayang banget, saat saya mutusin buat ngambil ke tingkat yang lebih serius (kuliah) di bidang ini, ibu dan kakak-kakak saya kurang setuju. Lalu masuklah saya di jurusan Bahasa Prancis.
Sekarang kalau saya ditanya ‘emang nggak nyesel nggak ngambil bidang yang kamu banget?’. Hhaha, sebenarnya, pilihan buat masuk jurusan Bahasa Prancis juga 100% persen keputusan saya sendiri, tanpa ada campur tangan orang lain. Selain bidang seni, saya juga senang belajar bahasa asing karena kita bia belajar kebudayaan orang asing juga lewat bahasa yang kita pelajari.
Hmmm...well, Bakat seni yang saya miliki ini mungkin bukan untuk tingkatan professional, tapi saya yakin kalau hobby saya ini saya latih, yaaa siapa tahu kedepannya. Ya kan, hidup itu kan gak ada yang tahu? :p. walaupun sekarang saya gak kuliah di bidang seni, dan justru nyemplung di Jurusan Bahasa Prancis, paling gak suatu saat saya bisa mengkolaborasikan passion saya dengan bidang yang saya tekuni sekarang ini, misalnya suatu saat saya bisa ke Prancis untuk menggelar fashion show saya, hehe (mimpi dulu boleh dong? J). Moga Malaikat-Malaikat dan Tuhan mendengar cita-cita saya yang setinggi langit ini. Satu lagi, kalau masih di kasih kesempatan, saya mau ‘menekuni’ bidang design lagi (mupeng banget deh) yang dulu sempat tertunda karena harus berjodoh dengan bahasa Prancis dulu. J amiin.

Jumat, 13 April 2012

UNTUK MU, seluruh nafas ini

Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Aku tak akan lupa tak akan pernah bisa
Tentang apa yang harus memisahkan kita

Di saat ku tertatih tanpa kau disini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini

Kita telah lewati rasa yang pernah mati
Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
Tanpa kita mencari jalan untuk kembali
Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku

Di saat ku tertatih tanpa kau disini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini

Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini

Dan ini yang terakhir
Ini yang terakhir 
Tak kan ku sia-siakan hidupmu lagi
Ini yang terakhir, dan ini yang terakhir
Tak kan ku sia-siakan hidupmu lagi

Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini

Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini
Untukmu seluruh nafas ini
Untukmu seluruh nafas ini

t o i !!

Dia tak seperti kereta pertama ku, yang bisa membuat dada ku bergetar saat pertama aku mengenalnya. Dia tak begitu. Dia tak mampu seperti itu. Rasa ini muncul perlahan, semakin hari semakin besar. Tapi ketika aku sadar bahwa kau tak ingin mencampur adukan persahabatan kita dengan unsur yang ku sebut ‘cinta’ ini, aku sadar pula aku telah mencintai seseorang dengan tulus.

Maret 8, 2012.



Tuhan, benarkah jalan yang telah ku pilih ini ? aku tak mengerti. Yang jelas ini sebuah bukti yang sangat kuyakini. Disaat kereta pertama ku datang menjemput ku, aku bukannya bergegas menghampirinya dan pergi dari tempat sialan ini, namun mengapa aku ingin tetap tinggal di stasiun hampa ini?
Harusnya Kau lah yang paling bisa menegrti apa yang di pendam hamba-Mu ini. Bukan kereta pertama ku itu yang sebenarnya sedang aku tunggu, namun kereta yang lain. Kereta yang pernah membawa ku ke dunia yang jauh dari pikiranku. Dunia yang tak pernah di tunjukan kereta pertama. Saat ini aku benar-benar merindukannya. Waktu memang serasa berlari. Berlari meninggalkan cerita lama. Tak terasa sudah lebih setengah tahun ini.  .Ia meninggalkan ku di stasiun sialan ini tanpa satu alasan pun, Si kereta antik.
Harusnya aku tak memikirkannya lagi, seperti janji ku. Namun, lagi-lagi aku melanggarnya.
Mungkin ada kata-kata yang perlu ditegaskan disini, yaitu Aku Benar-Benar Rindu. .
Oh shit !!! perasaan apa lagi ini !! mengapa datang lagi dan menyiksa lagi. Saat ini aku ingin berlari, dan mengatakan padanya.
Tuhan, beri satu kesempatan satu kali pada ku, sebagai jawaban atas segala pertanyaan-pertanyaan mengganggu ini, dan tunjukanlah pada ku. Yang jelas, ini buktri aku sudah tak mengaharap kereta pertama. Dan maaf untuk kereta pertama ku.

‘ bila nanti aku kehilangan
Mungkin itu hanya sesaat
                                                                   Karena ku yakin kita kan bertemu lagi……’
^gembel^

Kamis, 05 Januari 2012

blackforestrasacoro

Kalo ga salah dulu gue pernah nulis gini:

“Banyak tempat yang pernah didatengi. Jalan dan tempat-tempat itu.
Mungkin besok, lusa, atau kelak..tempat-tempat inilah yang bakal jadi mesin waktu buat gue.
Mungkin sekarang gue senyum, ketawa, seneng,
Tapi ga tau ‘suatu saat’ nanti apa masih sama. Atau justru sebaliknya. Gue gak pernah tau. Sama sekali gak pernah tau. “

Mesin waktu. Sekarang gue tau, yang terjadi cuma sebaliknya. Setiap gue datengin ataupun cuma lewat tempat-tempat yang gue bilang bisa jadi mesin waktu buat gue, yang ada cuma rasa nyesek. Sekarang mungkin gue udah tiba di “suatu saat” yang dulu gue maksud. Dan apa yang gue liat sekarang, ga sewarna-warni dulu. Cuma abu-abu.  Makasih buat semua , mungkin emang lo ga mau hubungan ‘teman’ kita di campuri bumbu-bumbu ga jelas yang sering gue sebut cinta. Mungkin cuma sayang, itupun cuma sebagai teman. Tapi ga apalah, bukankah rasa sayang sayang jauh lebuh awet daripada rasa cinta…? iya kan?
Tapi satu hal yang harus lo tau,  semua hal yang pernah gue lewati bareng lo, itu adalah hal yang gak akan pernah gue lupain.


-blackforestrasacoro-
27desember2011